Sunday, November 28, 2010

Saya merindukan diriku


Sudah dua hari saya belum mandi. Saya malas disiram air. Kebetulan kota Medan juga sedang dingin-dinginnya. Apa yang saya pikirkan saat ini? Carut-marut yang saya ciptakan sendiri tanpa alasan. Mungkin lebih tepatnya saya sedang sangat sedih. Sedang sangat sedih untuk ukuran perempuan seperti saya. Mengapa saya sedih? Hanya satu. Hilangnya sebuah kebersamaan yang saya pikir akan selalu abadi. Saya selalu berpikir bahwa segala sesuatu yang dapat membuat saya tersenyum pasti akan abadi. Itu sangat salah. Semua pasti berubah. Tinggal menunggu waktunya saja kapan itu semua berubah.

Hari-hari saya sekarang diselimuti oleh diam di sana-sini. Entah apa yang saya diamkan, pokoknya diam itu lebih baik. Sepertinya ada pada diri saya ini yang sedang saya rindukan, tapi saya belum menemukannya. Mungkin saja saya rindu dengan diri saya yang seperti dulu yang bisa merasa tidak terikat oleh satu hal atau banyak hal. Ya, mungkin saja itu yang sedang saya rindukan. Bukan berarti sekarang ini ada hal atau banyak hal yang sedang mengikat saya. Sepertinya tidak ada yang mengikat saya. Hanya saja saya rasa-rasa sayalah yang mengikat diri ke hal dan banyak hal tersebut. Haruskah saya mengatakan kepada diri saya sendiri bahwasanya saat ini saya sedang berjalan seorang sendiri? Haruskah? Yang saya lihat ke depan itu adalah kosong. Mengapa kosong, karena saya terlalu jauh menarik diri dari dunia kenyataan. Saya lupa kalau saya juga sedang punya kuasa atas diri saya. Tapi, justru saya lebih memilih untuk berkuasa atas diri orang lain. Untuk apa saya begitu? Yang ada hanya membuat saya tersiksa dengan perasaan yang tak menentu. Saya adalah perempuan yang rentan dengan perasaan. Sayangnya, entah mengapa selalu itu-itu saja yang saya tangisi.

...sedang tidak ada kesibukan yang berarti yang menuntut saya harus mencurahkan setiap waktu saya kepada sebuah instansi tertentu. Saya hanya di rumah. Mengawali hari menjadi perempuan di dalam rumah sampai malam mengantarkan saya kembali ke atas tempat tidur. Sementara celah-celah yang tak tampak itu saya biarkan saja semakin melebar hingga akhirnya saya menjadi gelisah sendiri. Saya sudah membuang-buang waktu.


Mulai malam ini saya akan kembali menjadi seorang perempuan yang egois dengan dunianya dan membiarkan begitu saja orang lain mencari-cari saya sampai saya benar-benar sadar bahwa saya sedang dicari.

Tuesday, November 16, 2010

Knava


Aku ingin menjadi waktu di saat kau mengatakan tidak ada lagi waktumu untukku. Aku ingin menjadi air mata di saat kau lupa bagaimana cara kau menangisiku. Aku ingin menjadi apa pun untuk hidupmu agar hidupku cukup kau pinta hanya untuk memikirkanmu.

Kutangkap kedua tanganmu untuk bisa menemani perjalananku. Tapi, hanya angin yang dapat kugenggam karena kau tidak nyata lagi untukku. Sebenarnya ada rinduku untukmu. Tapi, aku lupa di mana aku meletakkannya. Aku juga tahu ada penantianmu untukku. Tapi, aku tidak tahu harus bagaimana bertemu.

Ingin kusentuh lagi detak jantungmu agar aku dapat merasakan kembali bagaimana detik dalam hidupmu. Terlalu banyak alasan yang harus aku katakan tentang mengapa aku memintamu untuk kembali, Knava.

Friday, November 12, 2010

Hit That


The winds of fortune
Don't blow the same
She had to get out
And make a change
She had a kid now
But much too young
That baby daddy's out having fun

He's saying
I'm on a roll
With all the girls I know
His baby momma
She ain't so slow
He's saying
I'm on a roll
With all the girls I know
I know you wanna hit that
I know you wanna hit that, hit that
All the world is gettin' with, I say
Consequences are a lot, but hey
That's the way it
That's the way things go
Hey, hey, hey

What was a family
Is now a shell
We're raising kids now
Who raise themselves
Sex is a weapon
It's like a drug
It gets him right into that grave that he just dug

She's saying
I'm on the run
I'm chasing guys for fun
Her baby daddy
It ain't his only one
She's saying
I'm on the run
I'm chasing guys for fun
I know you wanna hit that
I know you wanna hit that, hit that
Everybody's gettin' with, I say
Consequences are a lot, but hey
That's the way it
That's the way things go
Hey, hey, hey

Well it winds up
Broken up
Really such a shame
But why not
Take a chance
Everything's a game
And it don't stop
Hooking up
Nothing's gonna change
The more he's trying
The more he's buying

He says
I'm on a roll
With all the girls I know
His baby momma
Don't need to know
He's saying
I'm on a roll
With all the girls I know
I know you wanna hit that
I know you wanna hit that, hit that
All the world is gettin' with, I say
Consequences are a lot, but hey
That's the way it
That's the way things go




By: Offspring



Lagu ini awalnya aku pikir single lain dari The Rasmus. Pertama kali aku dengar dari MTV. Aku suka dengan musiknya. Sama seperti beberapa lagu sebelumnya, aku tidak tahu apa judul lagunya dan band yang membawanya. Aku bertanya lagi kepada Romo persis pada saat aku menanyakan tentang lagu The Rasmus di postingan sebelumnya. Awalnya dia tidak tahu. Tapi, setelah aku beri gambaran intro video klipnya, dia akhirnya tahu. Dia buka winampnya, dan..."Ini dia, Yank. Offspring!!".
Aku hanya bisa melongo. Offspring sering aku lihat di daftar winampnya tapi tidak pernah aku putar. Ternyata lagu yang membuat aku penasaran, ada di salah satu deret winamp itu. Hahahaha.... 




In The Shadows


No sleep
No sleep until I am done with finding the answer
Won't stop
Won't stop before I find a cure for this cancer
Sometimes
I feel I going down and so disconnected
Somehow
I know that I am haunted to be wanted

I've been watching
I've been waiting
In the shadows all my time
I've been searching
I've been living
For tomorrows all my life

In the shadows

In the shadows

They say
That i must learn to kill before i can feel safe
But I
I rather kill myself then turn into their slave
Sometimes
I feel that I should go and play with the thunder
Somehow
I just don't wanna stay and wait for a wonder

I've been watching
I've been waiting
In the shadows all my time
I've been searching
I've been living
For tomorrows all my life

Lately I been walking walking in circles, watching waiting for something
Feel me touch me heal me, come take me higher

I've been watching
I've been waiting
In the shadows all my time
I've been searching
I've been living
For tomorrows all my life
I've been watching
I've been waiting
I've been searching
I've been living for tomorrows

In the shadows

In the shadows
I've been waiting


By: The Rasmus



Aku sangat suka dengan efek di lagu ini. Tujuh tahun aku mencari-cari apa judul lagu dan band yang membawanya. Yang aku ingat hanya ada kata "shadow". Beberapa hari yang lalu saat sedang makan malam di pinggir jalan, aku bertanya kepada Romo apakah dia mengenal lagu yang intronya seperti ini (aku mainkan nadanya dengan suaraku). Wah...dia tahu!!!! Aku sangat senang sekali. Besoknya, dia tunjukkan kepadaku...

"Yang ini kan video klipnya, Yank?"

...dan aku pun menangis T_T bahagia, hahahaha...



Bizarre Love Triangle


Every time I think of you
I get a shot right through into a bolt of blue
It’s no problem of mine but it’s a problem I find
Living a life that I can’t leave behind
There’s no sense in telling me
The wisdom of a fool won’t set you free
But that’s the way that it goes
And it’s what nobody knows
And every day my confusion grows
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I’m waiting for that final moment
You’ll say the words that I can’t say

I feel fine and I feel good
I feel like I never should
Whenever I get this way, I just don’t know what to say
Why can’t we be ourselves like we were yesterday
I’m not sure what this could mean
I don’t think you’re what you seem
I do admit to myself
That if I hurt someone else
Then we’d never see just what we’re meant to be
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I’m waiting for that final moment
You’ll say the words that I can’t say



By: Frente




Lagu ini awalnya tidak pernah aku tahu apa judulnya dan siapa nama penyanyinya.
Hanya sekali aku dengar dari ringtone ponsel temanku.
Setelah itu aku tidak pernah mendengarnya lagi.
Sementara itu aku terus mencarinya sambil menunggui radio atau MTV.
Tapi, hasilnya nihil.
Delapan tahun aku menanti, akhirnya aku baru tahu apa judul dan siapa nama penyanyinya.
Makasih buat Romo!!!



Breakeven


I'm still alive but I'm barely breathing,
Just prayed to a god that I don't believe in,
'Coz I got time while she got freedom,
'Coz when a heart breaks
no it don't break even.

Her best days will be some of my worst,
She finally met a man that's gonna put her first,
While I'm wide awake, she's no trouble sleeping,
'Coz when a heart breaks
no it don't break even, even no.

What am I supposed to do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok
I'm falling to pieces
I'm falling to pieces

They say bad things happen for a reason
But no wise words gonna stop the bleeding
'Coz she's moved on while I'm still grieving
And when a heart breaks
no it don't break even, even no.

What am I gonna do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
(One still in love
while the other one's leaving)
I'm falling to pieces,
(Cuz when a heart breaks
no it don't break even)

You got his heart and my heart and none of the pain,
You took your suitcase, I took the blame.
Now I'm tryna make sense of what little remains, oh.
'Coz you left me with no love, with no love to my name.

I'm still alive but I'm barely breathing,
Just prayed to a god that I don't believe in,
'Coz I got time while she got freedom,
'Coz when a heart breaks
no it don't break, no it don't
break, no it don't break even no.

What am I gonna do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces,
(One still in love
while the other one's leaving)
I'm falling to pieces,
(Cuz when a heart breaks
no it don't break even)

Oh, it don't break even, no
Oh, it don't break even, no
Oh, It don't break even, no




By: The Script




Lirik lagu ini benar-benar membuat miris.
Tidak menyangka, karena itu I love The Script just only this song.






Thursday, November 11, 2010

Aku TIDAK marah kamu BERSELINGKUH


Aku tidak marah kekasihku berselingkuh karena aku bukanlah salah satu dunianya yang harus selalu disentuh. Aku katakan aku tidak marah bukan karena aku sedang berselingkuh, tapi karena itu bukan urusanku. Aku belum seutuhnya memilikinya. Hanya saja hampir memilikinya. Aku akan sangat senang jika dia mengatakan kalau aku adalah miliknya, tapi bukan salah satunya.

Di hampir setiap jengkal waktunya, aku selalu mengatakan kalau aku ingin bisa merasakan apa itu perbedaan dalam sebuah persamaan. Dia hanya menganggap itu sebuah retorika belaka yang hanya pas jika aku letakkan di ruang museum saja. Aku hanya bisa tertawa. Tapi, sayangnya tawa itu terdengar dari dalam hati saja.

Kamu sedang berselingkuh, kataku suatu ketika saat dia sedang memunggungiku. Apa yang bisa aku katakan selain aku sungguh-sungguh tidak marah kepadanya? Aku sedang belajar berpindah haluan dari yang "selalu memikirkan diriku saja" menjadi yang "sudah bisa memikirkan orang lain". Itu tidak mudah. Semua itu bisa aku lakukan karena dia lebih bisa bersikap dewasa daripada aku. Ya, selingkuh itu adalah sebuah kedewasaan. Mengajarkan aku bagaimana caranya menghargai keputusan dan kebosanan seseorang atas diriku. Dan untuk apa aku harus marah kepadanya?

Sementara dia berselingkuh, aku disibukkan dengan ritual memandikan jiwa dalam rasa sakit hati tanpa batas. Rasa. Apa itu rasa? Aku pernah menanyakan itu kepadanya. Tapi, tidak ada jawaban. Beberapa saat kemudian dia baru berkata bahwa itu bukan pertanyaan penting dan berhentilah untuk mencoba-coba menjadi filsuf bagi dunia ini. Aku tidak menyangka dia berkata begitu. Sekali lagi aku katakan kalau aku tidak marah kepadanya.

Tidak ada pertemuan hari ini, dan cobalah untuk mengerti. Begitu pesannya suatu pagi. Aku sadar kalau aku mengerti tapi aku tidak yakin kalau aku mau untuk mengerti. Dia akan pergi bersama seseorang untuk mempertemukan cinta mereka. Aku menyebutnya dia akan berselingkuh. Aku tidak tahu entah sampai kapan ini akan terus terjadi karena menerka-nerka merupakan sesuatu yang sangat dilarang dalam suatu hubungan. Dia sedang bersiap-siap untuk segera pergi. Begitu bahagiannya dia. Pantaskah aku merenggut kebahagiaan itu dari wajahnya dengan mengatasnamakan kesetiaanku kepada dirinya? Tidak. Menuntut kesetiaan hanyalah sikap kekanak-kanakkan seseorang yang tidak bisa menerima kenyataan. Terima saja apa yang sudah terjadi. Nikmati saja. Begitu katanya saat pertama kali aku mendengar dari mulutnya kalau dia sudah menemukan pasangan yang pas untuk berselingkuh.

Aku bahagia kamu bisa berselingkuh. Kataku tanpa kata-kata. Terima kasih, Sayang. Ucapnya tanpa kecupan.

Lihatlah, Dunia! Dia bisa membebaskan dirinya dari sebuah kesetiaan yang membelenggu kepada perselingkuhan yang membahagiakan. Berkatilah dia semampu yang Engkau bisa karena aku akan selalu bahagia atas perselingkuhannya dan selalu menunggu dalam kesetiaan yang tak pernah terbaca olehnya.

Aku tidak marah. Tidak akan.



--hidup itu seharusnya dibalik agar tidak terbalik

Sunday, November 7, 2010

hanya TIK dan TOK


Hahh... Bingung menghadapi manusia Sementara saya tercipta dari segenggam mimpi yang terus berputar Hahh...

Saturday, November 6, 2010

setelah MELIHAT


Siapa yang sangka kalau sakit itu sakit, dan aku pun tertawa setelah melihat ke sekeliling hanya aku yang berdiri tanpa peduli.
Air hujan mulai jatuh. Tapi, tak selambat kejatuhanku padahal aku ingin jatuh walau tanpa hitungan.
Ini bukan hari yang dicari. Ini adalah mata yang diberi. Aku hanya diminta untuk menerima tanpa tanya dan tanpa jawab.
Aku berjalan di atas jejak yang tak berjejak. Membuatku bingung seperti apa harusnya tujuan. Tidak ada petunjuk yang menjadi tanda karena aku lupa sudah menutup semua indra. Kesepakatan untuk tidak sepakat menjadi mimpi, bersama membuncah dalam rasa.


...dan aku mati tanpa berpikir tentangmu

Wednesday, November 3, 2010

the posy of love











Selamat Datang di keluarga IMAJI KLASIK

….di mana kata-kata selalu menyelimuti kami dalam murung dan tersenyum…




perempuanku yang sebenarnya kucinta beberapa minggu yang lalu


Sudah tak sabar ingin kuceritakan kepada seisi ruangan ini tentang perasaanku kepadamu. Ini sudah begitu lama, perempuanku. Tapi, aku hanya bisa memendam. Tidak mungkin aku mengatakan kalau aku cinta. Dan aku, hanya bisa memandangmu diam-diam saat kamu berlalu begitu saja di hadapanku. Kita hampir setiap hari bertemu di rumah ini. Tanpa sapa jika tidak ada tanya. Tanpa senyum jika tidak ada tegur. Aku dengan langkah-langkah kakiku dan kamu dengan langkah-langkah kakimu. Kamu tidak tahu seperti apa terguncangnya aku karena begitu bahagia saat kebetulan dalam keberuntungan bisa melihatmu tersenyum. Jika aku ingat-ingat, kamu lebih banyak cemberutnya jika tahu akan melintas di hadapanku.

Aku cinta kamu. Aku selalu ingin membuat kamu senang dengan segala pemberianku yang mungkin hanya bernilai sangat kecil di hadapanmu. Ingin kulihat bagaimana kamu begitu histerianya saat aku memberi sesuatu yang begitu berharga bagiku. Di awal-awal, kamu masih mau untuk menerima segala pemberianku. Tapi, entah mengapa beberapa minggu terakhir ini kamu menolaknya dengan alasan yang tidak bisa kupahami. Aku tidak ingin mempertanyakannya mengapa. Aku biarkan saja dengan bahagiamu yang suka-suka itu. Entah apa yang membuatku begitu kagum denganmu, awalnya. Bahkan caramu berjalan meresap cepat ke dalam diriku hingga tidak terasa aku pun berjalan seperti caramu. Saat aku masuk ke dalam kamarmu, aku mampu berdiri berlama-lama di tengahnya hanya untuk melihat begitu indahnya kamarmu seperti rupamu. Aku membayangkan apa saja yang kamu lakukan saat berada di dalam kamar ini dengan pintu yang selalu tidak lupa untuk kamu kunci dari dalam. Lama-lama aku baru tahu kalau kamu adalah perempuanku yang tertutup.

Aku tidak tahu apa salahku kepadamu hingga kamu mencampakkan cintaku dengan catatan bahwa kamu menganggap aku tidak pernah ada sejauh matamu memandang padahal aku ada di hadapanmu. Kamu mengeluarkan aku dari sederetan orang-orang yang kamu anggap teman awalnya, hingga sekarang aku termasuk di dalam sederetan orang-orang yang tidak kamu inginkan. Apa salahku, perempuanku?

Aku masih begitu ingat bagaimana ketusnya kamu berbicara kepadaku, sementara begitu lembutnya kamu berbicara kepada lelakimu. Apa salahku, perempuanku? Aku belum mengatakan kalau aku cinta. Jadi, apa salahku?

Saat ini yang aku rasa hanya sebuah tekanan di dalam asa. Aku tidak berani melihatmu, bahkan hanya mendengarkan langkah kakimu di rumah ini saja aku sudah takut. Aku tidak tahu apa salahku. Mungkin kamu tidak suka aku ada. Begitu pula lelakimu yang mungkin juga sama denganmu, tidak suka aku ada. Tapi...

Entahlah...
Begitu aku cinta kamu. Begitu ingin aku dengar kamu memanggilku. Begitu berharap kamu selalu menganggapku ada. Begitu...begitu...begitu...

Aku sudah memutuskan kepada penghuni rumah ini bahwa apa pun yang kamu rasakan kepadaku, perempuanku, aku akan selalu melakukan yang terbaik untukmu walau kamu tidak pernah akan menganggap itu semua demi kamu. Mungkin hanya dengan cara itu aku bisa membuktikan kalau aku cinta.



--Untuk perempuanku yang selalu mengurung diri

Monday, November 1, 2010

Interview With Illustrator Neil Hanvey

Neil Hanvey shows us that practice and hard work can achieve a whole lot if you are persistent. Neil is a successful designer with a unique style that blends Photoshop with Illustrator and creates whimsical and quirky characters. In our interview, Neil gives some solid advice about not falling for the trends in design and being your own artist. On top of that we talk about some of Neil’s illustrations and more. So lets get into another great interview.


Q Welcome to Psdtuts+, please introduce yourself. Could you tell us where you’re from and how you got started in the field?

Hi everybody! My name’s Neil Hanvey and I’m an illustrator / web designer from Manchester, now living in rural Hereford, UK (famous for bulls, apples and the SAS). I was originally a chef studying multimedia technology at university in Manchester. I dropped out of university, disillusioned with my course and went back to the kitchen for a couple of years. A year later I’d bagged myself a job as a web developer and the rest is history.

QA lot of your illustrations are very comical and fun, what mainly inspires you to come up with these hilarious ideas?

I think a lot of my inspiration comes from fun things. I collect toys, watch cartoons; basically I don’t think I’ve grown up yet. A lot of my inspiration also comes from doodling. I like to start with just a title and doodle around it until I have something that makes me smile. I think that’s important to me, a simple title that says everything and a whimsical image to accompany it. I also do all of the usual stuff like listen to music, go to galleries, collect art and watch films.

QYour work is a refreshing mix of Photoshop as well as Illustrator, how do you manage to balance the two programs in your illustrations?

Recently I’ve been adopting a 3-stage approach to my workflow. Starting with pen and paper, scanning it into Photoshop, bringing it over to illustrator for the line art and basic coloring and then finally back into Photoshop for shading/texturing and general tidy up. I’ve been using Photoshop for over a decade so I’m pretty comfortable with doing most things in it but I still prefer Illustrator for its vector capabilities.

QYou occasionally stray from your simple doodles turned illustrations and do some painting like in “an explosion of color” or “alectra”. Do you think every once in a while designers should veer away from their usual style and try something fresh?

Definitely, it’s a cliché but a change does you good. Apart from doodling in illustrator and Photoshop, in the last year I’ve filled about 10 sketchpads with ink and graphite drawings, learnt how to sew plushie toys, worked on a couple of DIY vinyl toys, bought a DSLR to work on my photography, created a few fonts and learnt how to use After Effects. I still haven’t learnt how to use any 3D applications so maybe I’ll try that once I get a computer with a 3D card that has more than 128mb of ram!

I think that exploring new things stops you from getting comfortable. You see too many artists go through the motions doing the same thing over and over again and before you know it the industry has moved on and you’re still sat there combining triangles, c4d renders and stocks of random women.

Alectra

QYour illustration “Atomic Circus” still has the same lively and merry attitude, as the rest of your work except this one is a bit more detailed than the rest. Please talk about the process of creating this piece.

It all started with the rollercoaster track at the bottom of the piece. From there I just started filling 2 sheets of paper with doodles. Once I had filled both sheets I scanned them into Photoshop and pieced them together. Once they were stitched together I began coloring them in. The blue color you see in the slashThree version is actually the original colored version with a blue layer on top with the layers blend mode set to hue. That’s one of the things I love about Photoshop, the ability to change the entire feel of something in a non-destructive way.

QSince you are a seasoned designer, what would you say are some of the most important lessons you have learned concerning designing?

Learn the basics of drawing. I can’t stress that enough really. Practice every day, even if it’s just doodling while you’re on the phone. Take time out to enjoy things and never ever use lens flare, beveling or rainbow gradients.

Carry a sketchpad with you at all times. It’s a trendy cliché and probably sounds like an advert but I can’t go anywhere without my moleskine. That way all the random ideas that pop into my head won’t get lost on random scraps of paper on my desk.

Lastly it would be don’t copy trends. It’s fair enough to be inspired by what your peers are doing but if you just straight out copy them then what you make isn’t you.

QYour portfolio is chocked full of quirky characters that you’ve created over the years. Who would you say is your favorite and why? Then tell us a little about the creation of that piece.

That’s really hard! I don’t really have any consistent characters that are identifiable as mine but I do like drawing people in animal suits. If I had to pick one it’d probably be Wood Good School Bad. I was on the train going to Birmingham with my wife to buy some vinyl toys at a place called The Custard Factory. Anyway they have this sculpture there called Green Man, which I’ve always wanted to see, and this is my version of it. It was doodled on the train in my mini sketchpad and finished in Illustrator when I got home. If anyone wants to see the original sculpture just Google “Green Man Custard Factory”.

Q Thanks again for providing Psdtuts+ with this opportunity to interview you. Any final thoughts for our readers?

Don’t be disheartened if you can’t draw the first time you pick up a pencil. I got a C in graphic design at school and didn’t take art but I stuck with it and practiced until my pencil bled. Now I can draw all sorts of things like zombies, robots and cats. Now stop reading me chatting biscuits and go doodle!


Where to find Neil on the Web